WARGA BARUT RESAH BBM PERTALITE TEMBUS RP18K PER-LITER DI TINGKAT PENGECER
Palangka Raya, 5/8 (Breaking News Today id) – Dampak adanya kekosongan ketersediaan BBM (Bahan Bakar Minyak) ditingkat SPBU (Station Pengisian Bahan Bakar Umum) di Kabupaten Barut (Barito Utara) Muara Teweh belakangan ini menjadikan harga ditingkat pengecer menggila mencapai angka Rp18K per-liter untuk jenis BBM Pertalite.
Ardian (50) warga Tringsing Muara Teweh kepada awak media mengatakan, menggilanya harga BBM jenis pertalite belakang ini tidak terlepas dari ketersediaan tingkat SPBU yang terbatas bahkan sering kosong.
“Jika SPBU buka itupun sebentar dengan antrian R2 R4 sangatlah panjang, yang antrian bagian belakang belum tentu mendapatkan bagian BBM”, ucapnya.
Menurut Adrian lagi, ketersediaan BBM pada tingkat pengecer juga sangat terbatas, ini dibuktikan sulitnya untuk mendapatkan BBM jenis pertalite, jika ada pedagang pengecer jual harga tinggi pembelipun masih rebutan.
Harga yang menggila dengan keterbatasan stok baik tingkat SPBU maupun eceran, dirasakan warga hampir sepekan ini, sehingga banyak pertanyaan ada apa dengan ketersediaan BBM di Barito Utara sementara di daerah kabupaten lain maupun di ibukota Propinsi Kota Palangka Raya stok maupun pasokan aman aman saja dengan harga stabil.
Sementara Wanda(45) warga Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara kepada media juga menuturkan hal yang sama.
Dikatakan, sorotan warga setelah stok BBM di tingkat SPBU dilaporkan kosong membuat warga resah karena empat jenis BBM Pertamax, Pertamina Dex, Pertalite, dan Dexlite merupakan kebutuhan berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama para petani, pelaku usaha, hingga angkutan barang.
Sebagai warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait, meminta Pertamina bersama pengelola SPBU segera memastikan pasokan BBM kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
Selain itu, sebagai warga masyarakat juga meminta Pemerintah Kabupaten Barito Utara turut melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM, khususnya untuk memastikan ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat di wilayah yang menjadi jalur strategis penghubung Kalteng, Kalsel, Kaltim.
Ditempat terpisah pengawas SPBU wilayah Barito Utara Ahmad , ketika di konfirmasi melalui Whats Aap membenarkan bahwa stok BBM di SPBU memang kurang bahkan stok kosong selama hampir satu minggu ini.
Menurut Ahmad pihak SPBU telah mengajukan pemesanan pasokan BBM kepada Pertamina, namun sampai sekarang belum datang BBMnya.
Kami SPBU berharap distribusi BBM segera normal, Namun, penyebab keterlambatan pengiriman dari pihak Pertamina kami tidak tahu apa kendalanya di Pertamina sana,” tambahnya.
Breaking News Today.Id (Red)

